Apak Wadol

Apak Wadol

Keutamaan Hari Jum’at

Di banding hari lain ibarat rembulan dengan bintang - bintang, hari jum’at adalah hari yang paling mulia bahkan disebut sayidul ayyam yang artinya Tuannya Hari. Hari paling mulia bagi kaum muslimin. Berkaitan dengan hal tersebut ada sebuah hikayat pendek, suatu ketika Nabi Musa AS pergi ke bukit baitul maqdis disana Nabi Musa AS melihat ada sekelompok kaum yang sedang beribadah kepada Allah SWT dengan sangat khusu’ dan sungguh – sungguh daq2fflam beribadah.  

Keutamaan Hari Jum’at

Nabi Musa AS bertanya kepada kaum tersebut kemudian merekapun menjawab “Kami termasuk umatmu Hai Nabi Musa, kami disini sudah 70 tahun lamanya beribadah dengan sungguh – sungguh dan khuyu’, baju kami baju kesabaran makanan kami tumbuhan yang ada dibumi dan minuman kami air hujan. Mendengar penuturan mereka Nabi Musa AS sangat bersyukur. Kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi Musa As “Hai Musa sungguh umat Nabi Muhammad ada satu hari yang mana dihari tersebut shalat 2 rokaat lebih hebat pahalanya dari pada umatmu tersebut.” Nabi Musa bertanya “wahai Tuhan Kami, hari apakah itu ?.” Allah menjawab “itu adalah hari jum’at.”  Mendengar hal tersebut Nabi Musa merasa ingin dberi keberkahan hari itu untuk umatnya, kemudian Allah SWT menjawab “Hai Musa hari sabtu hari mulia untukmu, hari ahad untuk Nabi Isa AS, hari senin untuk Nabi Ibrohim AS, hari selasa untuk Nabi Zakaria AS, hari rabu untuk Nabi Yahya AS, hari kamis untuk Nabi Adam AS dan Hari jum’at terkhusus untuk Nabi Muhammad SAW.” Nabi Musa AS pun kagum dengan keutamaan umat Nabi Agung Muhammad SAW.

Betapa hebatnya hari jum’at tersebut, kita patut bersyukur atas kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada kita umat akhir zaman umat nabi Muhammad yang dimuliakan. Bahkan dihari juma’at ada satu waktu yang mana bila kita berdoa jaminan terkabul doa tersebut, namun waktu tersebut masih dirahasiakan Allah, ada yng berpendapat antara 2 khutbah jum’at pendapat ini yang paling kuat.

Sebagai rasa syukur kita hendaknya kita memuliakan hari jum’at dengan amal sholih, mandi ketika akan berangkat kemasjid untuk sholat jum’at, memakai wewangian, memperbanyak baca alqur’an, sholawat, shodaqoh dan amal sholih lainnya. Bahkan Sayida Abu Bakar As sidiq meriwayatkan sebuah hadits yang artinya “Barangsiapa mandi dihari jum’at (karena memuliakan) maka diampuni dosanya, ketika berjalan ke masjid setiap langkah dihitung pahala ibadah 20 tahun dan ketika menjalankan sholat jum’at dihitung pahala beribdah 200 tahun.” Subhanallah . . . .  .

Baca Juga Kehebatan Dua Kalimat Syahadat

Nabi Musa AS Protes Kepada Allah

Nabi Musa AS Protes Kepada Allah
Protes, hal ini seringkali dilakukan oleh siapapun. Baik disadari ataupun tidak, protes ssering terjadi dimana saja. Antara kakak adik juga sering terjadi protes sama orang tuanya, ketika sang kakak dikasih uang saku lebih banyak sang adik iri, padahal kakak harus naik  angkot sedangkan adik bisa naik sepeda kesekolahnya.

Ternyata tidak hanya kita saja yang suka protes, ternyata seorang suatu ketika Nabi Musa As protes kepada Allah SWT tentang manusia yang dimasukan kedalam neraka. Itulah Nabi, selalu memikirkan nasib kaumnya. Bagaimana ceritanya kok sampai Nabi Musa AS protes terhadap Allah SWT ? mau tahu ceritanya Sob ? mari kita simak sama – sama.

Suatu ketika Nabi Musa AS teringat akan panasnya api neraka, beliau teringat pula para ahli neraka yang dari golongan manusia. Api dunia saja sudah sangat dahsyat panasnya apa lagi api neraka yang setiap tingkatan panasnya 70x panas api dunia. Apa pantas manusia dimasukan kedalam neraka, terlintas dalam benak Nabi Musa.

Akhirnya Nabi Musa mengutarakan apa yang ada dalam benak belai kepada Allah SWT. “Ya Allah mengapa engkau memasukan manusia yang banyak dosa kedalam api neraka, bukankah engkau Maha pengasih lagi Maha Penyayang serta Maha Penagmpun?” Allah tidak  serta – merta menjawab pertanyaan Nabi Musa namun malah memerintahkan Nabi Musa untuk menanam padi. “Wahai Musa Hambaku tercinta, tanamlah padi mulai dari sekarang niscaya engkau akan mendapatkan jawaban dari pertanyaanmu.

Nabi Musa pun bertanya – tanya dalam hati, apa maksud dari perintah Allah tersebut, mangapa malah disuruh menanam padi terlebih dahulu, bukankah itu memakan waktu yang cukup lama. Demi mengetahui apa maksud dan tujuan Allah tersebut Nabi Musa pun melaksanakan apa yang Allah perintahkan. Mula – mula Nabi Musa mencari bibit yang unggul kemudian membuat benih padi agar dapat ditanam, sembari menunggu benih padi siap untuk diatanam Nabi Musa membajak sawah layaknya para petani, akhirnya benih padipun siap untuk ditanam.

Ditanamlah benih padi yang telah siap tadi oleh Nabi Musa, kini Nabi Musa pun sangat rajin merawat tanaman padi miliknya karena sangat penasaran dengan teka – teki yang Allah berikan. Beberapa bulan kemudian tanaman padi milik Nabi Musa siap dipanen, Nabi Musa dengan sangat sungguh – sungguh memanen padinya. Yang bagus dimasukan kedalam karung dan yang jelek dibuang, dipilah – pilah tidak semua padi yang dipanen dimasukan kedalam karung. Setelah semuanya selesai Nabi Musa menagih janji Allah akan jawaban dari pertanyaan yang dahulu Nabi Musa pernah ajukan kepada Allah SWT. Allah SWT tidak langsung menjawab pertanyaan Nabi Musa namun malah balik bertanya “Wahai Musa bagaimana panen padimu, baikkah hasilnya ?” Nabi Musa menjawab “Ya Allah Ya Tuhan Kami sebagaimana yang engkau ketahui padi yang ditanam hanya sebagian yang dapat kami bawa pulang, sebagian lagi tidak berisi” Allah SWT bertanya kembali “mengapa yang tidak berisi tidak kau bawa pulang ? kau biarkan tetap disawah bahkan kau buang”. Nabi Musa menjawab “Ya Allah Ya Tuhan kami, buat apakah padi yang tak berisi dibawa pulang hanya akan membuat rumahku kotor saja”.

Allah SWT menjelaskan apa makna yang terkandung dalam perintah Allah tersebut, bahwa semua yang ada didunia ini ibarat sebuah tempat penyortiran. Ada proses yang dialami sejak manusia lahir hingga meninggal. Hanya mereka yang taat dan patuh terhadap Allah lah (ibarat padi yang berisi) yang akan dimasukan kedalam surga. Sedangkan mereka yang mendustakan Allah tidak beriman kepada Allah (ibarat padi yang kosong, gabok dalam istilah jawa) akan dimasukan kedalam neraka sebagai pembalasan yang setimpal atas apa yang dikejakannya.

Mendengar penuturan Allah Nabi Musa akhirnya lega dan lebih giat lagi mengajak kebaikan terhadap kaumnya agar mereka tidak menjadi padi yang gabok yang hanya akan mengotori dan ngebek – ngebeki jagad aboh (membuat bumi penuh sesak tanpa guna yang berarti).



Sholawat Mudloriyah Dan Artinya

Sholawat Mudloriyah Dan Artinya
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
 يَارَبِّ صَلِّ عَلَى الْمُخْتَارِمِنْ مُضَرٍ# وَاْلأَنْبِيَاوَجَمِيْعِ الرُّسْلِ مَاذكِرُوْا
Tuhanku,limpahkanlah rahmatMu untuk nabi pilihan dari suku Muhdar, juga untuk seluruh nabi dan rasul yang telah lalu
 وَصَلِّ رَبِّ عَلَى الْهَادِي وَشِيْعَتِهِ # وَصَحْبِهِ مَنْ لِطَيِّ الدِّيْنِ قَدْ نَشَرُوْا
Shalawat-Mu, wahai Tuhanku,atas nabi pembawa hidayah beserta seluruh pengikut dan shabatnya yang telah berjasa menyebarluaskan agama ini
وَجَاهَدُوْا مَعَهُ فِي اللهِ وَاجْتَهَدُوْا# وَهَاجَرُوْاوَلَهُ اَوَوْاوَقَدْنَصَرُوْا
Yang telah ikut berjihad dan berijtihad bersama beliau, juga yang ikut hijrah bersama Beliau, dan yang memberi tempat singgah serta memenangkan misi Beliau
وَبَيَّنُواالْفَرْضَ وَالْمَسْنُوْنَ وَاعْتَصَبُوْا # لِلهِ وَاعْتَصَمُوْابِاللهِ فَانْتَصَرُوْا
Yang telah menerangkan hukum wajib dan sunah secara bersatu padu, berupaya tanpa pamrih, dan berpegang teguh pada agama Allah hingga mereka mendapatkan kemenangan
أَزْكَى صَلَاةٍ وَأَنْمَاهَاوَأَشْرَفَهَا  # يُعَطِرُالْكَوْنَ رَيًّانَشْرِهَاالعَطِرُ
Yaitu shalawat-Mu yang suci sesuci-sucinya,sebanyak-banyaknya, dan semulia-mulianya, yang menebarkan harum semerbak di seluruh alam semesta
 مَعْبُوْقَةً بِعَبِيْقِ الْمِسْكِ زَاكِيَةً# مِنْ طِيْبِهَاأَرَجُ الرِّضْوَانِ يَنْتَشِرُ
Keharuman yang bercampur dengan misik kesturi yang mahal, yang aromanya tersebar luaslah keridloan-Mu
 عَدَّالْحَصَى وَاثّرَى وَالرَّمْلِ يَتْبَعُهَا# نَجْمُ السَّمَاوَنَبَاتُ اْلأَرْضِ وَالْمَدَرُ
Sebanyak jumlah batuan,pasir beserta debunya, juga sebanyak bintang gemintang dilangit, tanaman, dan kerikil di bumi
وَعَدَّوَزْنِ مَثَاقِيْلِ الْجِبَالِ كَمَا# يَلِيْهِ قَطْرُجَمِيْعِ الْمَاءِوَالْمَطَرُ
Dan sejumlah beratnya timbangan gunung-gunung, sejumlah seluruh tetesan air yang mengalir dan air hujan
 وَعَدَّمَاحَوَتُ لْأَشْجَارُمِنْ وَرَقٍ# وَكُلُّ حَرْفٍ غَدَايُتْلَى وَيُسْتَطَرُ
Juga sejumlah dedaunan yang terdapat di pepohonan,sebanyak semua huruf yang terbaca oleh lisan dan tertulis oleh pena
 وَالْوَحْشِ وَالطَّيْرِوَاْلأَسْمَاكِ مَعْ نَعَمٍ #يَلِيْهِمُ الْجِنُّ وَاْلأَمْلَاكَ وَاْلبَشَرُ
Sebanyak jenis dan jumlah biantang liar, burung-burung, ikan dan hewan ternak. Juga sejumlah jin, malaikat dan manusia
  وَالدَّرُّوَالنَّمْلُ مَعْ جَمْعِ الْحُبُوْبِ كَذَا# وَالشَّعْرُوَالصُّوْفُ وَاْلأَرْيَاشُ الْوَبَرُ
Sebanyak jumlah atom,semut dan semua jenis biji-bijian, juga sejumlah helai rambut manusia,hewan, dan bulu segala jenis binatang
وَمَاأَحَاطَ بِهِ الْعِلْمُ الْمُحِيْطُ وَمَا#جَرَى بِهِ الْقَلَمُ الْمَأْمُوْرُوَالْقَدَرُ
Seluas kandungan ilmu Allah tentang makhluk dan apa yang ditulis qalam (pena) yang memuat suratan takdir
 وَعَدَّنَعْمَائِكَ اللَّاتِي مَنَنْتَ بِهَا#عَلَى الْخَلَائِقِ مُدْكَانُوْاوَمُدْحُشِرُوْا
Sebanyak nikmat-nikmat-Mu, yang telah Engkau karuniakan kepada semua makhluk-Mu yang dahulu dan yang akan datang
وَعَدَّمِقْدَارِهِ السَّامِي الَّذِي شَرُفَتْ# بِهِ النَّبِيُّوْنَ وَالأَمْلَاكُ وَافْتَخَرُوا
Setinggi jumlah derajat yang di capai oleh masing-masing nabi dan malaikat yang mulia, dengan maqam tersebut
وَعَدَّمَاكَانَ فِي اْلأَكْوَانِ يَاسَنَدِي# وَمَايَكُوْنُ إِلَى أَنْ تُبْعَثَ الصُّوَرُ
Sebanyak apa yang pernah ada kemudian tiada di alam jagat raya, dan apa yang masih ada maupun yang akan ada sampai kiamat
فِي كُلِّ طَرْفَةِ عَيْنٍ يَطْرِفُوْنَ بِهَا#أَهْلُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِيْنَ أَوْيَدَرُ
Sebanyak tiap kedipan mata yang di gerakan setiap penduduk langit dan bumi
مِلْءَالسَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِيْنَ مَعَ جَبَلٍ# وَالْفَرْشِ وَالْعَرْشِ وَالْكُرْسِي وَمَاحَصَرُ
Sepenuh isi langit dan bumi, gunung dan hamparan, dan seluas arsy, kursy, dan semua yang terdapat di dalamnya
 مَاأَعْدَمَ اللهُ مَوْجُوْدًاوَأَوْجَدَمَعْ #دُوْمًاصَلَاةًدَوَامًالَيْسَ تَنْحَصِرُ
Yang terus-menerus tiada henti selama Allah meniadakan yang ada dan mengadakan yang tiada, dengan berkelanjutan tanpa batas
تَسْتَغْرِقُ الْعَدَّمَعْ جَمْعِ الدُّهُوْرِكَمَا# تُحِيْطُ بِالْحَدِّلاَتُبْقِيْ وَلاَتَدَرُ
Yang melampai batas tanpa hitungan, dan menembus seluruh zaman, yang terus berjalan menjangkau apapun tanpa menyisakan
 لَاغَايَةً وَانْتِهَاءًيَاعَظِيْمُ لَهَا#وَلَالَهَاأَمَدٌيُقْضَى فَيُعْتَبَرُ
Yang tak berujung, tak berpangkal dan tak kenal habis, wahai Dzat Yang Maha Agung, Yang tak mengenal batas waktu hingga tak bisa di kira-kira
 وَعَدَّأَضَعَافِ مَاقَدْمَرَّمِنْ عَدَدٍ#مَعْ ضِعْفِ أَضْعَافِهِ يَامَنْ لَهُ الْقَدَرُ
Sebanyak jumlah kelipatan jumlah yang telah tersebut, ditambah kelipatan dari kelipatan tersebut, Wahai Dzat Yang Maha Kuasa melakukan segala sesuatu

كَمَاتُحِبُّ وَتَرْضَى سَيِّدِي وَكَمَا#أَمَرْتَنَاأَنْ نُصَلِىَّ أَنْتَ مُقْتَدِرُ
Seperti yang Engkau sukai dan ridloi, seperti  Shalawat yang Engkau perintahkan kepada kami, Engkaulah Yang Maha Kuasa
مَعَ السَّلَامِ كَمَاقَدْمَرَّمِنْ عَدَدٍ#رَبِّي وَضَاعِفْهُمَاوَالْفَضْلُ مُنْتَشِرُ
Beserta salam yang jumlahnya juga sebanyak bilangan di atas, ya Rabbi. Bahkan lipat gandakan nilai bilangan shalawat dan salam kami terus-menerus. Anugerah-Mu tak terbatas.
 وَكُلُّ ذلِكَ مَضْرُوْبٌ بِحَقِّكَ فِي# أَنْفَاسِ خَلْقِكَ إِنْ قَلُّوْاوَإِنْ كَثُرُوْا
Dan setiap shalawat serta salam tersebut di kalikan dengan jumlah seluruh napas makhluk-Mu, baik yang sedikit maupun yang banyak
يَارَبِّ وَاغْفِرْلِقَارِيْهَاوَسَامِعِهَا#وَالْمُسْلِمِيْنَ جَمِيْعًاأَيْنَمَاحَضَرُوْا
Dan,Tuhanku, hapuskanlah dosa-dosa orang yang membaca shalawat ini, juga yang mendengarnya dan semua muslimin dimanapun mereka berada
وَوَالِدِيْنَاوَأَهْلِيْنَاوَجِيْرَتِنَا#وَكُلُّنَاسَيِّدِي لِلْعَفْوِمُفْتَقِرُ
Juga kedua orang tua kami,tetangga kami. Dan kami semua, oh Tuhan, sangat membutuhkan ampunan-Mu
 وَقَدْأَتَيْتُ ذُنُوْبًالَاعِدَادَلَهَا#لَكِنَّ عَفْوَكَ لَايُبْقِي وَلَايَدَرُ
Sungguh, aku telah melakukan dosa-dosa yang tak terhitung jumlahnya,namun luasnya ampunan-Mu dapat menghapuskan dosa-dosa tersebut sampai tak tersisa
 وَالْهَمُّ عَنْ كُلِّ مَاأَبْغِيْهِ أَشْغَلَنِيْ# وَقَدْأَتَى خَاضِعًاوَالْقَلْبُ مُنْكَسِرُ
Kepayahan dalam usaha mencari apa yang kuharapkan telah menyita banyak waktuku, sekarang aku datang bersimpuh di hadapan-Mu dalam kehinaan
 أَرْجُوْكَ يَارَبِّ فِي الدَّارَيْنِ تَرْحَمُنَا#بِجَاهِ مَنْ فِي يَدَيْهِ سَبَّحَ الْحَجَرُ
Tuhanku,aku memohon agar Engkau mengasihi kali didunia dan akhirat dengan kemuliaan orang yang batupun bertasbih di tangannya (Nabi Muhammad SAW)
 يَارَبِّ أَعْظِمْ لَنَاأَجْرًاوَمَغْفِرَةً# فَإِنَّ جُوْدَكَ بَحْرٌلَيْسَ يَنْحَصِرُ
Ya Tuhanku, besarkan dan limpahkan untuk kami pahala serta ampunan-Mu, karena kemurahan-Mu bagai lautan tak bertepi
 وَاقْضِ دُيُوْنًالَهَااْلأَخْلَاقُ ضَائِقَةٌ# وَفَرِّجِ الْكَرْبَ عَنَّاأَنْتَ مُقْتَدِرُ
Dan lunaskanlah hutang-hutang kami, yang membuat ruang gerak kami seakan menjadi sempit, dan bebaskan kami dari kesulitan yang menimpa kami, Engkau Maha kuasa

وَكُنْ لَطِيْفًابِنَافِي كُلِّ نَازِلَةٍ# لُطْفًاجَمِيْلًا بِهِ اْلأَهْوَالُ تَنْحَسِرُ
Dan kasihanilah kami pada setiap bencana yang melanda kami, karena dengan kasih-Mu segala yang menakutkan itu akan sirna
 بِالْمُصْطَفَى الْمُجْتَبَى خَيْرِاْلأَنَامِ وَمَنْ #جَلَالَةً نَزَلَتْ فِي مَدْحِهِ السُّوَرُ
Dengan kemuliaan Al-Mushthafa Al-Mujtaba (Rasulullah), sebaik-baik manusia, yang telah turun ayat-ayat suci berisi pujian dan sanjungan terhadap Rasulullah
ثُمَّ الصَّلَاةُ عَلَى الْمُخْتَارِمَاطَلَعَتْ# شَمْسُ النَّهَارِوَمَاقَدْشَعْشَعَ اْلقَمَرُ
Kemudian sebagai penutup,semoga kasih sayang-Mu selalu terlimpah untuk Al Mukhtar (Yang Terpilih,Rasulullah) , selama matahari masih terbit dan rembulan masih memancarkan sinarnya
ثُمَّ الرِّضَاعَنْ أَبِى بَكْرٍخَلِيْفَتِهِ# مَنْ قَامَ مِنْ بَعْدِهِ لِلَّدِيْنِ يَنْتَصِرُ
Kami memohon pula ridho-Mu untuk Khalifah Abu Bakar, yang telah berjasa mengemban misi agama ini setelah Beliau tiada hingga berhasil
وَعَنْ أَبِيْ حَفْصٍ الْفَارُوْقِ صَاحِبِهِ# مَنْ قَوْلُهُ الْفَصْلُ فِي أَحْكَامِهِ عُمَرُ
Begitu pula untuk Abu Hafsh Al-Faruq Umar bin Khathab, orang yang perkataannya terkenal selalu benar dan yang tegas dalam berhukum
وَجُدْلِعُثْمَانَ ذيْ النُّورَيْنِ مَنْ كَمُلَتْ# لَهُ الْمَحَاسِنُ فِي الدَّارَيْنِ وَالظَّفَرُ
Juga untuk Utsman bin Affan Dzun-Nurain (orang yg memiliki dua cahaya), yang memiliki kebaikan dan kemenangan sempurna dunia dan akhirat
كَذَاعَلِيٌ مَعَ ابْنَيْهِ وَأُمِّهِمَا#أَهْلُ الْعَبَاءِ كَمَا قَدْجَاءَنَاالْخَبَرُ
Juga untuk Ali serta kedua putranya dan ibu kedua putranya (Sayidah Fatimah), mereka itu adalah Ahlul-Aba (keluarga dalam pelukan kasih sayang Nabi) sebagaimana di sebutkan dalam hadist
سَعْدٌ سَعِيْدُابْنُ عَوْفٍ طَلْحَةٌ وَأَبُوْ #عُبَيْدَةٍ وَزُبَيْرٌسَادَةٌ غُرَرُ
Juga untuk para sahabat Nabi, Sa'ad bin Abi Waqas, Sa'id bin Jubair, Abdurahman bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidah bin Jarrah dan Zubair bin Awwam, pemimpin-pemimpin yang berwibawa
وَحَمْزَةٌ وَكَذاالْعَبَّاسُ سَيِّدُنَا#وَنَجْلُهُ الْحَبْرُمَنْ زَالَتْ بِهِ الْغِيَرُ
Begitu juga untuk Hamzah dan Abbas beserta putranya (Abdullah bin Abbas), seorang ulama yang dapat menyelesaikan berbagai masalah sesulit apapun
وَاْلاَلُ وَالصَّحْبُ وَاْلأَتْبَاعُ قَاطِبَةً# مَاجَنَّ لَيْلُ الدَّيَا جِيْ أَوْبَدَاالسَّحَرُ
Dan untuk keluarga, sahabat, dan pengikutnya selama malam masih beredar, atau selama fajar masih menyingsing

يا رب هيئ لنا من أمرنا رشدا# واجعل معونتك الحسنى لنا مددا
Ya Allah, selesaikan urusan kami dengan bimbingan Anda dan jadikan bantuan baik Anda menjadi kekuatan kami.
ولا تكلنا إلى تدبير أنفسنا# فالنفس تعجز عن إصلاح ما فسدا
Jangan sampai kita mengatur diri kita sendiri. Diri ini tidak akan bisa memperbaiki sesuatu yang telah rusak
أنت العليم وقد وجهت يا أملي# إلى رجائك وجها سائلا ويدا
Anda Maha Mengetahui, saya memang mengatur wajah dan tangan saya untuk bertanya dan berharap untuk Anda, ya harapan saya.
وللرجاء ثواب أنت تعلمه# فاجعل ثوابي دوام الستر لي أبدا
Seseorang yang memiliki harapan, akan mendapatkan pahala yang Anda ketahui, kemudian membuat ganjaran saya sebagai penutup untuk beban saya selamanya

يا رَ بِّ بلِمْصطَفى بـَلَّغ مقاَ صِـدَ نَا #واغفِر لَنا ما مضى يا واسِع الَكرم
 Wahai Allah demi Al Mustofa Muhammad saw sampaikanlah maksud dan hajad-hajad kami Dan ampunilah dosa-dosa kami yang terdahulu wahai yang Maha Luas dan Wahai yang Maha Dermawan

Baca Juga : Do'a  

Fakta Unik Banser Pecinta Sejati NKRI

Fakta Unik Banser Pecinta Sejati NKRI
Sahabat apak wadol - Rasanya malu sekali jika melihat Banser yang sangat setia menjaga NKRI ini, bukan hanya saat ini namun sudah sejak dahulu. Seperti foto ilustrasi pada postingan ini yang menggambarkan betapa cintanya Banser sama NKRI, usia senja tidak menyurutkan rasa cintanya akan NKRI karena NKRI Harga Mati.

Barisan Pemuda Kebangsaan sebenernya sudah dimulai sejak 1920-an paska runtuhnya Turki Otsmani dan ekspansi Negara2 Eropa untuk “menguasai dunia” dan juga pastinya karena banyak kaum cendikia lahir di Indonesia seperti Ki Hajar, KH Mas Mansyur, KH Wahab Hasbullah, Tan Malaka dll.

Mungkin sekarang anak-anak milenial kilafah lagi demen jelek-jelekin Banser bahkan sampe menyoal baju doreng, ya maklum harus diluruskan. Tapi kalau yang tua pada ikutan ya itu namanya buta sejarah ataupun udah antipati. Tidak masalah Kami akan cerita soal ini  InsyaAllah dengan runtut.

Istilah dan fakta tentara-tentaraan ini lahirnya pada saat penjajahan Jepang dimana pada September 1942 di Jakarta diadakan konferensi para pemimpin Islam yang intinya bikin Jepang kecewa karena ternyata Islam tidak bisa dipolitisasi untuk kasih dukungan Jepang di Perang Asia.

Jepang bermaksud mengumpulkan laskar Islam yang saat itu sangat anti Belanda, digabung menjadi Laskar yang tujuannya back up Jepang di Perang Asia yang musuhnya juga Belanda sama sekutu. Oktober 1942 Tokyo sampai menugaskan Kolonel Horie Choso keliling Jawa untuk membuat riset.

Saat itu ada organisasi Islam bernama MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia) yang dikomandoi Ulama Nusantara untuk melawan Politik Belanda, gabungan 13 Organisasi termasuk didalamnya NU, Muhammadiyah dan SI. HadratusSyekh Hasyim Asy’ari adalah Ketua Badan Legislatifnya.

MIAI sangat efektif membuat Belanda kacau karena MIAI memiliki banyak laskar Santri didalamnya termasuk ANO (Anshoru Nahdlatul Oelama) yang dilahirkan oleh KH Wahab Hasbullah sejak 1924 dan pada 1934 menjadi Ansor. 

Jepang ingin kuasai MIAI supaya bisa dipake perang lawan sekutu Perjalanan Kolonel Horie Choso ini menghasilkan dan menyimpulkan bahwa jika Jepang mau mendapatkan tambahan laskar, maka dekatilah Kyai-Kyai Pengasuh Pondok Pesantren di Jawa. 

Walhasil Jepang membentuk: Seinendan, Keibodan dan Heiho yang nantinya dibuat untuk bela bangsa. Jepang sangat paham kalo Ruh di Pesantren adalah Ruh Kebangsaan, menjaga tanah air tempat kelahiran adalah panji martabat tertinggi dari para Santri. 

Ide Jepang bentuk laskar kebangsaan ini jelas disambut pesantren dengan positif karena demi Nusantara. Hingga pada saatnya, 3 Oktober 1943 Jepang meresmikan PETA (Tentara Pembela Tanah Air) di Bogor dengan keanggotaan terbanyak dari Santri dan Ulama. 

HadratusSyekh Hasyim Asy’ari adalah Penasehat PETA, yang juga merupakan Rais Akbar Nahdlatul Oelama. Kiprah PETA untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak perlu Kami jelaskan, bisa googling dan cari perpustakaan. Lengkap datanya.

Baca Juga : Fakta Unik Tentang Indonesia

Kami lanjut topik sampe berdirinya TNI aja yak?

Apakah Jepang tidak “fishy” dan tidak diketahui HadratusSyekh Hasyim Asy’ari? 
Tentu tidak, beliau paham betul kalau Jepang cuma ingin memperalat PETA untuk kepentingan Tokyo bukan Indonesia. Kemudian pada 4 Desember 1944, KH Wahid Hasyim membentuk Laskar Hizbullah. Iya, Putra HadratusSyekh dan sekaligus Ayah dari Gus Dur adalah inisiator yang membentuk Laskar Hizbullah yang sangat masyur dalam pertempuran 10 November 1945.

Jepang kalah set dengan KH Wahid Hasyim, pusat pelatihan Heiho di Cibarusah dipakai untuk latihan Laskar Hizbullah. Siapakah Laskar Hizbullah? Laskar Hizbullah adalah Ulama, Santri dan Pemuda Syubbanul Wathon atau ANO yang kemudian jadi GP Ansor nantinya. 

Laskar Hizbullah adalah Banser! 
Mari kita simak fakta sejarah berikut ini ya, biar pada paham !!!

Bulan Januari 1945, Masyumi yang saat itu diketuai oleh Beliau Hadratus Syekh Hasyim As'ari mengumumkan anggota dewan Pengurus Pusat Pimpinan Laskar Hizbullah dengan Ketua KH Zainul Arifin seorang Kader Ansor dari Barus Sumatera Utara dan diberikan amanat menjadi Panglima Laskar Hizbullah.

Pusat Latihan Hizbullah berada di Cibarusah dengan lahan 20 hektar disekitar perkebunan karet, dikelola oleh Konsul NU Jakarta dan instrukturnya bernama Kapten Yanagawa dari Beppan (Badan Intelejen Jepang). 

Santri dari Madura dan Jawa merupakan peserta pelatihan paling awal. Karena sangat banyak Santri yang mendaftar, bahkan proses rekrutnya sangat rapih dan pendaftar sangat banyak ditampung di banyak Masjid se-Jawa. 

Di Malang juga ada Laskar yang tidak lahir dari Masyumi, didirikan oleh KH Masjkur Singosari, Santri Hadratus Syekh juga, Sabilillah.

Laskar Hizbullah yang ditempa di Cibarusah dan Laskar Sabilillah di Malang pada saatnya kelak bergabung bertempur di Surabaya pada 25 - 27 Oktober 1945 dan Perang besar 10 November 1945 yang sangat terkenal dengan “Rawe Rawe Rantas, Malang Malang Putung”

Lulusan pendidikan Laskar Hizbullah inilah cikal bakal tentara Indonesia kedepannya. 
Salah satu “Harimau Hizbullah” yang sangat disegani dan ditakuti musuh adalah KH Abdullah Abbas Buntet Cirebon. Yang melahirkan Batalyon Elit Infanteri 315/Resimen 1 Siliwangi.


Ketika paska kemerdekaan, Belanda membonceng Sekutu ke Indonesia (dalih melucuti Jepang) dengan pasukan yang siap perang dan bermaksud menjajah Indonesia kembali.

Hingga lahir Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 dimana awal dari pertempuran 10 November 1945.
Paska 10 November 1945, setelah kalah di Surabaya tuh Belanda belum kapok dan kembali ke Indonesia dengan Agresi Militer II.

Pada awal 1946, Surabaya jatuh ke tangan Sekutu kembali dan pasukan Hizbullah yang banyak jadi korban di pertempuran 10 November ditarik ke Gempol. Perjuangan Laskar Hizbullah dan Sabilillah inilah tonggak kebangkitan Indonesia setelah Proklamasi.

Seluruh komponen kelaskaran seperti PETA, eks KNIL, Laskar Daerah, Jurnalis, Barisan Pemuda dll membuahkan simpati dunia dan “bayi” Tentara Keamanan Rakyat tumbuh besar. Bulan Juli 1946 Hizbullah melaksanakan Kongres Umat Islam di Jogja yang menghasilkan konsolidasi peleburan Laskar Hizbullah kedalam Divisi Sunan Ampel.

Laskar Hizbullah Sunan Ampel dan kelaskaran lain inilah yang pada 5 Mei 1947 bersatu bergabung ke Tentara Republik Indonesia. Dan TRI pada 3 Juni 1947 diubah menjadi TNI. 

TNI memiliki kepemimpinan kolektif dari mantan pimpinan TRI dan badan kelaskaran lain, jangan heran banyak batalyon memberontak termasuk DI/TII, Permesta, Eks Knil APRA dll.

Satu hal, Hizbullah Sabilillah tidak pernah berontak. Jadi, jika sekarang kalian menyoal seragam Banser, ingatlah bahwa TNI lahir jauh setelah Banser berjuang bersama Hizbullah, Sabilillah, PETA dll 

sebelum Indonesia ini Merdeka.

Wallahu a'lam

Cara, Manfaat dan Larangan Mandi Bagi Kesehatan


Cara, Manfaat dan Larangan Mandi Bagi Kesehatan

Sobat Apak Wadol yang budiman, rasanya sudah sangat lama sekali tidak update artikel, karena kesibikan didunia offline dan kesibukan lain didunia online juga. Kali ini Apak Wadol akan mengulas seputar Cara, Manfaat dan Larangan Mandi Bagi Kesehatan. Walaupun mandi memang cara kita manusia untuk membersihkan badan dari kotoran yang menempel dalam tubuh, namun mandi terkadang malah dapat mengganggu kesehatan. Untuk itu jangan beranjak dulu dari Blog ini, akan kami ulas beberapa hal yang kaitannya erat sama Mandi


1.Tatacara mandi yang benar menurut kesehatan 

Tata cara mandi yang benar menurut kesehatan, Mandi memang kelihatannya mudah. Akan tetapi jika tidak diperhatikan tata cara mandi yang benar justru akibatnya fatal bagi kesehatan. Pernah dengar tidak ada orang sehabis mandi malah jadi strok, ada jga dulu teman saya setelah mandi (sehabis aktifitas disawah, badan masih panas langsung nyemplung sungai) rambutnya jadi rontok. Itu semua dikarenakan kurang memperhatikan tata cara mandi yang benar menurut kesehatan.

Disini akan coba Kami ulas bagaimana sih caranya mandi agar tepat sasaran, mandinya tersebut menghasilkan manfaat bagi kesehatan tubuh dan pastinya bikin aura positif kita makin nampak.

Ok Lets go, kita mulai. Tata Cara Mandi yang benar menurut kesehatan yaitu yang pertama ketika masuk kamar mandi menggunakan kaki kiri dulu, ini adalah sesuai yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW. Jangan lupa do'a dulu sebelum masuk kamar mandi. Disadari atau tidak kamar mandi adalah markas jin yang subur. Jin kafir jika ada orang kencing dan menghirup aroma kencingnya itu senang sahabat, seperti saat kita menghirup aroma minyak wangi. Dan perlu diingat sifat jin yang jail ini bukan tidak mungkin mencelakakan kita, jadi jangan lupa Do'a dulu sebelum masuk kamar mandi.

Jangan Lewatkan : Do'a Masuk dan Keluar Toilet/Kamar Mandi
Jangan lupa kalau mandi pakai penutup badan (Petelesan, menurut jawa), ini dimaksudkan agar anggota badan kita yang mulia dan terlindung tidak dilihat oleh jin-jin penghuni kamar mandi tadi, apakah kita rela kalau-kalau si Jin melihat dan bahkan berhasrat pada kita, tidak kan ? makanya jangan mandi telanjang buta, tetap pakai Petelesan minimalnya pakai celana dalam.

Setelah tata cara seperti diatas sudah dilakukan dengan benar kini saatnya memulai membahas bagaimana sih mandi yang benar itu,  Cara yang benar agar mandi kita tidak mengganggu kesehatan yaitu dengan menyiram/membasuh dari bagian kaki dahulu, kemudian diteruskan keatas sedikit demi sedikit sampai badan. Siramlah dari bawah keatas jangan sebaliknya. Ini dimaksudkan agar suhu panas badan kita bisa d netralkan dahulu, dengan cara menyiram dari arah bawah suhu badan akan naik keatas dan berakhir di ubun-ubun kepala, jika dapat dilihat akan seperti uap yang keluar dari ubun-ubun kepala. Namun jangan langsung meyiram dari kepala, tetap dari arah bawah. Setelah sampai badan kita berhenti dahulu beberapa saat, 3 menit. Setelah itu basuhlah muka dahulu. Setelah betul-betul suhu badan normal, barulah siram dari arah atas dan mandilah seperti biasa. Sampai disini sudah aman kita mandi normal seperti biasa.

2. Manfaat mandi Sebelum Subuh Dengan Air Dingin

Ternyata disamping ada tata cara mandi yang benar juga ada lagi sahabat, mandi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan kita. kapan sih waktu mandi yang baik bagi kesehatan ? apakah kapan saja mandi itu baik ?. Tentu mandi mempunyai waktu yang sangat berkaitan erat dengan kesehatan baik lahir maupun bathin. 

Manfaat mandi pagi sebelum subuh yaitu membuat kita lebih siap melaksanakan rutinitas kehidupan, lebih siap menghadapi hingar bingar kehidupan yang sewaktu-waktu datang tanpa diminta. Manfaat mandi jam 3 at jam 4 pagi sebelum subuh bagi kesehatan kita yaitu badan akan lebih kebal terhadap bibit penyakit, disaat orang lebih memilih tidur kita bangun untuk mandi. Disaat orang sedang bermimpi kita sudah menjalani kehidupan nyata, jadi fikiran kita akan lebih fresh, ditunjang dengan udara pagi yang segar makin menambah kuatnya paru-paru kita.


manfaat mandi sebelum subuh dengan air dingin, lebih utama lagi air yang langsung dari sumbernya. Air yang belum ditampung di kolam atau di penampungan air lainnya lebih utama, karena air ini masih murni, masih langsung keluar dari sumbernya. Badan kita yang terkena air ini akan makin kuat dengan kondisi musim yang datang silih berganti.

3. Madlorot mandi setelah maghrib dan Malam Hari

Mandi setelah maghrib dapat menyebabkan aura wajah kita nampak suram, yang masih singgel ini perlu diperhatikan. Terkadang para gadis atau perjaka suka bermalas-malasan, sampai-sampai mandi saja kalau belum dung maghrib belum mau mandi. Ini ada efek negatif, jangan diterus-terusin mandi model kaya gini. 

Karena aura wajah yang suram, ini bisa berakibat susah dapat jodoh, orang yang melihat wajahnya terasa sukar. Misal saja suka sama seseorang kadang ditolak, jangan salahkan orang lain. Bisa jadi memang cara hidup kita yang kurang baik, misalnya suka mandi saat maghrib atau setelah maghrib. misal yang kita tuju mau keluarganya tidak setuju, ini efek dari suka mandi stelah maghrib yang kontinyu artinya bukan yang terpaksa ya.

Mandi malam hari juga kurang baik bagi kesehatan, salah satunya membuat tulang jadi mudah rapuh. Banyak sekali sekarang, usia masih muda sudah terkena penyakit tulang, reumatik dan penyakit dalam lainnya. Jangan dibiasakan mandi malam, karena memang tidak baik bagi kesehatan jasmani dan rohani. Mandilah sore hari minimal setengah jam setelah ashar, karena mandi setelah ashar (30 menit setelah ashar) juga dapat mengganggu kesehatan. Artinya jika ashar pukul 15.00 sore mandilah mulai 15.30.

Akhirnya mari bersama-sama menjaga kesehatan lahir dan bathin kita dimulai dengan mandi pagi, lakukan tata cara mandi yang benar sesuai yang telah diterangkan diatas. jangan lupa untuk memberi masukan agar blog ini makin bermanfaat bagi kita semua, share jika artikel dalam blog ini dianggap bermanfaat dan bermartabat.




Tanda – tanda Kematian

Tanda – tanda Kematian
Mati, sebuah kata yang tidak asing untuk kita, seorang makhluk yang tak berdaya. Kematian selalu mengintai kita kapan saja dan dimana saja, tua, muda, kaya, miskin, laki–laki, perempuan, semua mendapat kesempatan yang sama untuk urusan yang satu ini. Tidak ada ukuran pasti untuk kematian, yang sudah tua, bahkan sudah sakit–sakitan masih kuat hidup, sedangkan yang muda gagah sehat mati duluan namun demikian perlu kita ketahui tentang tanda tanda kematian agar kita lebih siap mengahadapinya. Semua makhluk  Allah pasti akan merasakan yang namanya kematian.

Mati bukanlah hal yang baru, namun mati sudah ada sejak manusia diturunkan ke bumi sebab syarat untuk masuk surga adalah kematian. Mati merupakan sarana kita menuju kehidupan selanjutnya,, dengan adanya kematian, diharapkan kita hidup tidak seenaknya sendiri. Karena kematian selalu mengintai kita, maka kita harus siap setiap saat, setiap waktu. Modal yang paling utama untuk mengahdapi kematian adalah katakwaan, karena janji Allah orang yang takwa disiapkan surga yang penuh kenikmatan.

Bicara soal kematian ada sebuah kisah klasik yang semoga saja mampu mengingatkan kita akan datangnya kematian, walaupun kematian memang tidak terduga kedatanganya.

Nabi Ya’qub AS suatu ketika sedang duduk santai didepan rumah sambil tafakur, memikirkan keindahan alam buatan Allah. Sedang enak–enak tafakur datanglah seorang tamu yang sangat gagah menghampiri beliau. Disapanya Nabi Ya’qub oleh tamu tersebut “Assalamu’alaikum Ya Nabi Allah” “Wa’alaikumus-salam warohmatullahi wabarokaatuh Ya malakul maut” sahut Nabi Ya’qub AS.  Ternyata yang datang malaikat Izro’il malaikat pencabut nyawa.

Nabi Ya’qub AS lantas menanyakan perihal kedatangan Malaikat maut tersebut “wahai Malaikat Maut, apakah kedatanganmu hendak mencabut nyawaku ?“ Malaikat Maut menjawab “tidak wahai Nabi Allah, kedatanganku hanya hendak silaturrohim, mengunjungi engkau wahai Nabi Allah” Nabi Ya’qub bertanya kembali “jika suatu saat engkau datang hendak mencabut nyawaku berilah tanda – tanda kepadaku malaikat maut” Malaikat menjawab “insyaAllah wahai Nabi Allah”.

Malaikat Maut pun pergi meninggalkan Nabi Ya’qub. Hari berganti hari, minggu berganti minggu bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun usia Nabi Ya’qub pun makin bertambah tua. Gigi sudah mulai ompong, rambut mulai berubah warna jadi putih dan tulang punggung makin membungkuk.

Di usia senja Nabi Ya’qub tetap rajin menjalankan ibadah kepada Allah SWT, ketika Nabi Ya’qub hendak melaksanakan shalat sunnah datanglah Malaikat Maut menghampiri beliau. “Assalamu’alaikum Ya Nabi Allah” Nabi Ya’qub menjawab “wa’alaikumussalam warohmatullah Ya Malakul Maut, kedatanganmu kali ini hendak silaturrohom atau hendak mencabut nyawaku wahai Malakul Maut ?“ Malaikat menjawab “kedatanganku kali ini hendah melaksanakan perintah Allah yang mulia, hendak mencabut nyawa engkau wahai Nabi Allah”

Nabi Ya’qub yang sangat kaget lantas berkata “wahai Malakul Maut bukankah Aku telah meminta kepadamu tanda – tanda akan datangnya kematian ?” Malaikat menjawab “bukankah Aku telah memberikan tanda – tanda tersebut kepada engkau wahai Nabi Allah ?” semakin terheran Nabi Ya’qub AS bertanya kembali “wahai Malakul Maut, kapan engaku datang kepadaku memberikan tanda – tanda tersebut ? padahal engkau baru datang kembali kali ini” Malaikat menjawab “bukankah Aku telah kirimkan tiga tanda kepada engakau wahai Nabi Allah ? gigi yang dulu masih utuh dan kuat kini sudah rontok, rambut yang dulu hitam pekat kini telah berubah menjadi putih,tulang belakang yang dulu gagah kokoh kini telah membungkuk, apakah engkau tidak menyadari itu wahai Nabi Allah ?  

Menyadari akan hal tersebut Nabi Ya’qub AS lantas meminta kepada Malaikat Maut untuk menunggu sejenak, beliau akan melaksanakan shalat sunnah 2 rokaat. Namun Malaikat Maut menolaknya, kematian kalau sudah ditetapkan tidak bisa dimajukan ataupun diundurkan, harus segera dilaksanakan. Akhirnya Malaikat Maut pun mencabut nyawa Nabi Ya’qub AS.

Coba kita renungkan, seorang Nabi saja meminta sedikit waktu sekadar 2 rokaat untuk diundurkan proses pencabutan nyawanya namun ditolak. Karena memang kematian kalau sudah ditentukan tidak bisa diajukan maupun diundurkan. Semoga kisah yang sedikit ini bermanfaat.

Abu Nawas


Abu Nawas Mendemo Tuan Kadi

Abu Nawas Mendemo Tuan Kadi

Pada suatu sore, ketika Abu Nawas sedang mengajar muid-muridnya. Ada dua orang tamu datang kerumahnya seorang wanita tua penjual kahwa dan pemuda dari mesir. Wanita tua itu berkata beberapa kata kemudian diteruskan pemuda mesir. Setelah mendengar pengaduan mereka, Abu Nawas menyuruh murid-muridnya menutup kitab. Abu Nawas berkata “sekarang pulanglah kalian ajak teman-teman kalian kembali malam inisambil membawa cangkul, martil, kapak serta batu”. Murid-murid Abu Nawas heran, namun mereka tetap menuruti permintaan guunya itu dan mereka yakin gurunya selalu membuat kejutan dan berada dipihak yang benar. Abu Nawas


Pada malam harinya mereka datang kerumah Abu Nawas dengan membawa peralatan yang dimintanya. Abu Nawas berkata “Hai kalian semua ! pergilah kalian malam ini untuk merusak rumah tuan kadi yang baru”. “apa Guru ? merusak rumah tuan kadi?” Gumam semua muridnya. “apa ? kalian jangan ragu, laksanakan saja perintah gurumu ini !” kata Abu Nawas menghapus keraguan murid-muridnya. Barangsiapa yang mencegahmu jangan perdulikan, terus pecahkan saja rumah tuan kadi yang baru itu. Siapa yang bertanya, katakan saja aku yang menyuruh merusak. Barangsiapa yang hendak melempar kalian, pukulah mereka dan lempari dengan batu.

Habis berkata demikian, murid-murid Abu Nawas bergerak kerumah tuan kadi. Laksana demonstran mereka beteriak-teriak menghancurkan rumah tuan kadi. Orang-orang kampung mersa heran melihat kelakuan mereka. Lebih-lebih ketika tanpa basa-basi lagi mereka langsung merusak rumah tuan kadi. Orang-orang kampung itu berusaha mencegah perbuatan mereka, namun karena jumlah murid Abu Nawas terlalu banyak, orang-orang kampung tak berani mencegah.

Melihat banyak orang meusak rumahnya, tuan kadi segera keluar dan bertanya “siapa yang menyuruh kalian merusak rumahku ?” murid-murid menjawab “Guru kami, Tuan Abu Nawas yang menyuruh kami”. Habis menjawab begitu mereka bukannya berhenti malah terus menghancurkan rumah tuan kadi hingga roboh rata dengan tanah.

Tuan kadi hanya bisa marah-marah karena tidak ada orang yang berani membelanya. “dasar Abu Nawas provokator, orang gila. Besok akan kulaporkan kepada baginda sultan. Benar, esok harinya tuan kadi melaporkan kejadian semalam. Sehingga Abu Nawas dipanggil menghadap baginda sultan. Setelah Abu Nawas mengahadap Baginda Sultan, Ia ditanya “hai Abu Nawas, apa sebabnya engkau merusak umah tuan kadi tersebut ?” Abu Nawas menjawab “wahai Tuanku, sebabnya ialah pada suatu malam hamba bermimpi, bahwasanya tuan kadi menyuruh saya merusak rumahnya. Sebab rumah itu tak cocok baginya, Ia menginginkan rumah yang lebih bagus lagi. Ya, karena mimpi itu hamba meusak rumah tuan kadi.” Sultan berkata ”bolehkah hanya dari sebuah mimpi perintah dilaksankan ? hukum dari negeri mana yang kau pakai itu ?. Dengan tenang Abu Nawas menjawab “hamba juga memakai hukum tuan kadi yang baru ini Tuanku.” Mendengar perkataan Abu Nawas seketika wajah tuan kadi menjadi pucat. Ia terdiam seribu bahasa. “Hai kadi, benarkah kau mempunyai hukum seperti itu “ tanya Baginda Sultan. Namun tuan kadi tidak berani menjawab, wajahnya tampak pucat tubuhnya gemeteran karena takut. “Abu Nawas ! jangan membuatku pusing, jelaskan kenapa ada peristiwa seperti ini ! perintah Baginda Sultan.
“Baiklah . . . . “ Abu Nawas tetap tenang, “Baginda . . . bebrapa hari yang lalu ada seorang pemuda mesir datang ke negeri Baghdad ini untuk berdagangsambil membawa harta yang banyak sekali. Pada suatu malam ia bermimpi menikah dengan anak tuan kadi dengan mahar sekian banyak. Ini hanya mimpi Baginda. Tetapi tuan kadi yang mendengar kabar itu langsung mendatangi si pemuda mesir dan meminta mahar anaknya. Tentu saja pemuda mesir itu tak mau membayar mahar hanya karena mimpi. Nah, disinilah terlihat arogansi tuan kadi, ia ternyata merampas semua harta benda milik pemuda mesir sehingga pemuda itu menjadi seorang pengemis gelandangan dan akhirnya ditolong oleh wanita tua penjual kahwa.”

Baginda terkejut mendengar penuturan Abu Nawas, tapi masih belum percaya seratus persen, maka ia memerintahkan Abu Nawas untuk memanggil si pemuda mesir. Pemuda mesir itu memang sengaja disuruh Abu Nawas menunggu didepan istana, jadi mudah saja bai Abu Nawas memanggil pemuda itu kehadapan Baginada Sultan.
Berkata Baginda sultan “Hai pemuda mesir ceritakanlah hal ikhwal dirimu sejak kau datang kenegeri ini !.” Ternyata cerita si pemuda mesir sama persis dengan apa yang Abu Nawas ceritakan. Bahkan pemuda itu juga membawa saksi mata yaitu pemilik kos tempat ia menginap.

“kurang ajar . . . .ternyata Aku telah mengankat seorang kadi yang bejad moralnya. Baginda Sultan sangat murka. Kadi yang baru itu dipecat dan seluruh harta bendanya dirampas dan diberikan kapada si pemuda mesir. Setelah perkara selesai, kembalilah si pemuda mesir itu dengan Abu Nawas pulang kerumahnya. Pemuda mesir itu hendak membalas kebaikan Abu Nawas. Berakta Abu Nawas “janganlah kau memberiku apapun kepadaku, Aku tak akan menerimanya sedikitpun”
Pemuda mesir betul-betul mengagumi Abu Nawas. Ketika ia kembali ke negeri mesir ia menceritakan tentang kehebatan Abu Nawas itu kapada penduduk mesir sehingga nama Abu Nawas menjadi sangat terkenal. 

Baca Juga Agama Mana Paling Dekat Dengan Tuhan ?

Pengikut

Back To Top